JUDUL : BUDAYA POSITIF
OLEH : SETIOWATI,S.Pd.SD
(CGP ANGKATAN 4 KAB. BELITUNG TIMUR)
SATUAN UNIT KERJA : SD NEGERI 4 KELAPA KAMPIT
Di era Globalisasi saat ini, semua informasi melalui digitalisasi yang beredar di masyarakat sangat mudah dan cepat untuk diterima oleh siapapun, baik informasi yang bersifat positif ataupun negatif yang tidak memandang tingkat usia maupun tingkatan sosial masyarakat. Untuk itu diperlukan tindakan dan cara guna menyaring semua informasi yang bersifat negatif dengan menanamkan nilai-nilai pancasila sebagai ideologi bangsa. Dengan penanaman pendidikan karakter sedini mungkin untuk menciptakan Budaya positif.
Budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab.
Seorang pendidik dituntut untuk memiliki keterampilan berpikir (1) Keterampilan Berpikir Kritis; (2) Kemampuan Menyelesaikan Masalah; (3) Komunikasi dan Kolaborasi; (4) Kreativitas dan Inovasi; (5) Literasi Media Informasi, Komunikasi, dan Teknologi.
Seorang guru dinilai sebagai sosok berpendidikan yang diharapkan mampu mendidik anak bangsa untuk masa depan. Membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter dan mempunyai Profil Pelajar Pancasila.
Guru tidak sekedar mendidik dan memberikan materi akademik saja di sekolah, namun lebih dari itu guru diharapkan juga dapat menanamkan nilai-nilai positif pada siswa, karena guru merupakan role model bagi para siswanya. Untuk mendukung hal ini, para guru seyogyanya mengokohkan karakter dirinya dalam membangun karakter para siswanya.
Aksi Nyata Budaya Positif yang dilakukan di Lingkungan jenjang Sekolah dasar tepatnya SD Negeri 4 Kelapa Kampit.
LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah menuntun kodrat yang ada pada anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidikan hanya menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak tanpa adanya paksaan dan ancaman agar dapat memperbaiki tingkah lakunya dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak untuk mewujudkan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan bermakna bagi murid diperlukan Budaya Positif di Sekolah.Budaya positif menjadi kebiasaan baik berupa sikap perbuatan dan segala bentuk kegiatan yang dilakukan warga sekolah sehingga karakter anak akan terbentuk dengan baik. Potensi anak akan tumbuh dan berkembang secara optimal.
TUJUAN AKSI NYATA
- Menanamkan budaya positif di lingkungan kelas/sekolah
- Menjadikan keyakinan kelas sebagai pembiasaan yang terpola secara otomatis dan membantu mewujudkan Profil pelajar Pancasila
- Menumbuhkan rasa tanggungjawab dan rasa saling menghargai sesama teman
TINDAKAN AKSI NYATA YANG DILAKUKAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH
- Memberikan penjelasan kepada siswa mengenai budaya positif
- Memfasilitasi siswa untuk membuat kesepakatan kelas
- Melakukan pendekatan secara persuasif melalui Diseminasi budaya positif pada rekan sejawat melalui seminar kecil di sekolah dengan kolaborasi antar Pengawas tingkat SD, Kepala Sekolah, serta teman sejawat.
PROSES KEGIATAN PEMBUATAN HIASAN UNTUK KEYAKINAN KELAS
PROSES PEMBUATAN KEYAKINAN KELAS
HASIL KESEPAKATAN KELAS DIJADIKAN KEYAKINAN KELAS
KEGIATAN DISEMINASI MENGENAI BUDAYA POSITIF
KEGIATAN SENAM BERSAMA
KEGIATAN ICE BREAKING DI KELAS

KEGIATAN KERJA BAKTI DI SEKOLAH
BUDAYA POSITIF PEMBIASAAN BERBARIS SEBELUM MASUK KELAS
BUDAYA POSITIF BERUPA SEGITIGA RESTITUSI
TEPUK SEMANGAT
KEGIATAN BELAJAR KELOMPOK MENYUSUN ANEKA BANGUN RUANG
BUDAYA POSITIF PEMBIASAAN MENCUCI TANGAN DAN MEMAKAI MASKER
mantap materinya runtut,gambar gambarnya menarik semangat buk tio inspirasiku,calon guru penggerak hebat
BalasHapusTrimakasih..ini Ibu atau Bapak ya?
HapusKereen Bu, terus semangat berkarya
BalasHapusmaturnuwun pak Ruwah..semangat juga tuk Bapak
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKeren
BalasHapusmakasih..semangat pak Aam..smoga lolos seleksinya
HapusMantap Bu Tyo ...
BalasHapusTrimakasih
Hapusmaturnuwun bojoku...
BalasHapusMaju terus dan semangat berkarya bu, mantap.
BalasHapusTrimakasih pak Sigid..belajar dari bapak juga
Hapus